Posted by
EyezaNadia
comments (0)
Ada seorang pemuda yang pergi ke luar negeri untuk belajar dalam masa yang lama. Apabila dia kembali, dia bertanya kepada orang tuanya untuk mencari seorang sarjana agama, protaz (professional ustaz) atau sesiapa sahaja yang pakar yang boleh menjawap 3 soalannya. Akhirnya, ibu bapanya berjaya menemui seorang sarjana Muslim.
Pemuda: Siapa kamu? Dapatkah kamu menjawab soalan saya?
Sarjana: Saya ialah seorang hamba Allah (SubHana Wa Ta `ala) dan Insha-Allah (Berserah Allah), saya akan mampu menjawab pertanyaan kamu.
Pemuda: Kamu yakin? Sudah banyak Professors dan ahli tidak dapat menjawab pertanyaan saya.
Sarjana: Saya akan mencuba sebaik-mungkin, dengan bantuan Allah (SubHana Wa Ta `ala).
Pemuda: Saya ada 3 pertanyaan:
1. Apakah Tuhan ada? Jika demikian, tunjukkan saya bentuk-Nya.
2. Apakah thaqdir (nasib)?
3. Jika Syaitan diciptakan dari api, mengapa pada akhirnya ia akan dilemparkan ke neraka yang juga dibuat dari api. Sudah tentu ia tidak dapat mencederakannya langsung, bukankah Syaitan dan neraka diciptakan daripada api. Apakah Allah tidak berfikir jauh dalam hal ini?
Tiba-tiba, Sarjana itu menampar muka pemuda tersebut dengan sangat kuat.
Pemuda (rasa sakit): Kenapa kamu marah pada saya?
Sarjana: Saya tidak marah. Penampar itu adalah jawapan saya yang terbaik untuk tiga pertanyaan kamu tadi.
Pemuda: Saya benar-benar tidak mengerti.
Sarjana: Bagaimana perasaan kamu setelah saya menampar kamu?
Pemuda: Tentu saja, saya merasakan sakit.
Sarjana: Jadi kamu percaya bahwa ada rasa sakit?
Pemuda: Ya.
Sarjana: Tunjukkan pada saya bentuk sakitnya!
Pemuda: Saya tidak boleh.
Sarjana: Inilah jawapan pertama saya. Kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat bentuk-Nya ... Malam tadi, adakah kamu bermimpi bahwa kamu akan ditampar oleh saya?
Pemuda: Tidak
Sarjana: Apakah kamu pernah berfikir bahwa anda akan mendapatkan sebuah tamparan dari saya, hari ini?
Pemuda: Tidak.
Sarjana: Itulah Takdir (nasib) jawapan kedua saya ........ Tangan saya yang telah saya gunakan untuk menampar kamu, ia dicipta daripada apa?
Pemuda: Ia dibuat daripada daging.
Sarjana: Bagaimana dengan wajah kamu, ia dibuat daripada apa?
Pemuda: Daging.
Sarjana: Apa yang kamu rasa setelah saya menampar kamu?
Pemuda: Dalam kesakitan.
Sarjana: Itulah dia. Ini ialah jawapan saya yang ketiga, meskipun Syaitan dan juga neraka dibuat daripada api, jika Allah inginkan, insha-Allah, maka neraka akan menjadi tempat yang sangat menyakitkan bagi Syaitan.
"Ya, saya mencintai Allah. Allah adalah sumber hidup dan Penyelamat saya. Allah benarkan saya hidup siang & malam hari. Tanpa Allah, siapalah saya. Tetapi dengan Allah, saya mampu melakukan apa sahaja. Allah adalah kekuatan saya."
Pemuda: Siapa kamu? Dapatkah kamu menjawab soalan saya?
Sarjana: Saya ialah seorang hamba Allah (SubHana Wa Ta `ala) dan Insha-Allah (Berserah Allah), saya akan mampu menjawab pertanyaan kamu.
Pemuda: Kamu yakin? Sudah banyak Professors dan ahli tidak dapat menjawab pertanyaan saya.
Sarjana: Saya akan mencuba sebaik-mungkin, dengan bantuan Allah (SubHana Wa Ta `ala).
Pemuda: Saya ada 3 pertanyaan:
1. Apakah Tuhan ada? Jika demikian, tunjukkan saya bentuk-Nya.
2. Apakah thaqdir (nasib)?
3. Jika Syaitan diciptakan dari api, mengapa pada akhirnya ia akan dilemparkan ke neraka yang juga dibuat dari api. Sudah tentu ia tidak dapat mencederakannya langsung, bukankah Syaitan dan neraka diciptakan daripada api. Apakah Allah tidak berfikir jauh dalam hal ini?
Tiba-tiba, Sarjana itu menampar muka pemuda tersebut dengan sangat kuat.
Pemuda (rasa sakit): Kenapa kamu marah pada saya?
Sarjana: Saya tidak marah. Penampar itu adalah jawapan saya yang terbaik untuk tiga pertanyaan kamu tadi.
Pemuda: Saya benar-benar tidak mengerti.
Sarjana: Bagaimana perasaan kamu setelah saya menampar kamu?
Pemuda: Tentu saja, saya merasakan sakit.
Sarjana: Jadi kamu percaya bahwa ada rasa sakit?
Pemuda: Ya.
Sarjana: Tunjukkan pada saya bentuk sakitnya!
Pemuda: Saya tidak boleh.
Sarjana: Inilah jawapan pertama saya. Kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat bentuk-Nya ... Malam tadi, adakah kamu bermimpi bahwa kamu akan ditampar oleh saya?
Pemuda: Tidak
Sarjana: Apakah kamu pernah berfikir bahwa anda akan mendapatkan sebuah tamparan dari saya, hari ini?
Pemuda: Tidak.
Sarjana: Itulah Takdir (nasib) jawapan kedua saya ........ Tangan saya yang telah saya gunakan untuk menampar kamu, ia dicipta daripada apa?
Pemuda: Ia dibuat daripada daging.
Sarjana: Bagaimana dengan wajah kamu, ia dibuat daripada apa?
Pemuda: Daging.
Sarjana: Apa yang kamu rasa setelah saya menampar kamu?
Pemuda: Dalam kesakitan.
Sarjana: Itulah dia. Ini ialah jawapan saya yang ketiga, meskipun Syaitan dan juga neraka dibuat daripada api, jika Allah inginkan, insha-Allah, maka neraka akan menjadi tempat yang sangat menyakitkan bagi Syaitan.
"Ya, saya mencintai Allah. Allah adalah sumber hidup dan Penyelamat saya. Allah benarkan saya hidup siang & malam hari. Tanpa Allah, siapalah saya. Tetapi dengan Allah, saya mampu melakukan apa sahaja. Allah adalah kekuatan saya."